Kala kita merasa nggak nyaman dengan seseorang, secara manusiawi kalo memutuskan untuk lebih mengambil jarak. Hidup cuma sekali... so cari sesuatu yang membuat kita nyaman dalam menjalani kehidupan adalah suatu hal yang wajar.
kalo ada pertanyaan "la u sapa?", kembali berkaca dulu ada baiknya. Kalo misal kita nyuekin seseorang karena sifatnya bukan berarti itu memusuhi kan? Toh kalo orang tersebut menanyakan sesuatu, kita tetep menjawabnya. Kalo orang tersebut menyapa, dijawab juga. Bukan melakukan sesuatu seperti kala orang itu lewat di depan mata lalu kita meludahinya.
Cukup susah kah membedakan kata memusuhi dengan menghindari. kalo memang kita sampai melakukan tindakan yang membuat orang tersebut merasa rugi, itu baru bisa di katakan memusuhi. Kok kepedean banget kalo sampai ada orang berpikir, kita menghindari karena berharap dia berubah. Ya kembali ke pertanyaan awal "Lha kon sopo??"
So... like u said.. Jangan main Blaming lahhh.....
Wednesday, July 15, 2009
Thursday, June 4, 2009
Kantorku Yang Lucu
gini nih rasanya kalo sumpek ama kerjaan.
Ada juga ternyata instansi yang seperti ini. Dengan kebiasan segala sesuatu di timpakan pada satu orang saja. Awalnya menikmati kondisi yang sibuk banget ini. Tapi seiring dengan banyaknya komplain dari teman sekitar dan keluarga akan minimnya waktuku untuk mereka, aku baru menyadari kalo kerjaanku udah mulai overload sekarang. Bukan sekarang sih.. tapi dari awal emang udah di set demikian.
Jujur aja aku bersyukur dengan penghasilan yang kuterima sekarang. Karena setidaknya cita-cita ku untuk kuliah dengan uang sendiri berhasil kucapai pada akhirnya.Dan sekarang masih dalam proses menggapai pengakuan sebagai seorang sarjana.
Suasana kantor yang mulai berawan mendung dan kegundahan melanda hampir disetiap sudut dari masing-masing divisi yang ada. Instansi yang bergerak di bidang telekomunikasi sekarang memang memiliki banyak pesaing dari hari ke hari. Dan saling berpacu dalam meningkatkan kualitas dengan kondisi yang tidak memungkinkan. Lebih cenderung menurunkan tarif daripada meningkatkan kualitas. Dan parahnya diikuti para pelanggan yang cenderung memilih murah daripada mutu. Hal ini yang membuat aku salah satunya berkutat dengan segala hal yang tidak sesuai dengan promosi, komplain A dan komplain B hanya di tanggapi dengan saling lempar divisi. Support yang tidak terlalu ada membuat ku makin tercengang dan tertohok akan kondisi di sini
Hal paling parah dalam kondisi kantorku adalah adanya kesenjangan sosial yang tinggi.Pergaulan yang memaksa diri terpatri pada kata "kaum outsource babu para karyawan tetap" membuat ku makin tidak krasan berada di sini. Kadang aku berpikir apalah arti dari sebuah jobdesc jika setiap karyawan outsource hanya akan menjadi "sticky note" para karyawan tetap. Sticky note adalah jenis tipe seseorang yang akan segera datang saat dibutuhkan tapi akan dengan mudah ditendang saat kau tak lagi memerlukan. Ditambah kondisi yang tidak adanya pengakuan dari kaum atas tentang pekerjaan yang telah dilakukan. Jika seorang karyawan tetap melakukan kesalahan terasa dengan mudahnya ditemukan solusi.... tapi kala kaum outsource sepertiku melakukan kesalahan, ancaman di pecat datang.
Bagaimana mungkin seorang manager melontarkan kata-kata "kenapa bisa salah? saya tahu load kerja kalian banyak tapi diminimize lah kesalahan itu". Rasanya aku ingin tertawa terbahak-bahak. Apa tidak ada perkataan lain yang mampu memberikan motivasi daripada sekedar perkataan yang menimbulkan depresi. Bukankah saat load kerja makin tinggi dan dikejar target, muncul human error merupakan resiko. Ditambah seorang supervisor menyatakan "sepertinya harus refresh orang nih, ganti sdm yang baru" di kala bertemu kondisi yang tidak mencapai target. Tekanan demi tekanan hadir dalam dunia kerjaku. Wajah makin kusut dengan makin banyak tekanan dan makin berkurangnya nominal.
Aku kadang nggak habis pikir, apa emang kalo udah menempati posisi di atas. Susah banget memandang ke bawah, Memandang kondisi karyawan yang tak begitu penting bagi mereka. Dengan aji-aji "kalo u ga suka, u boleh keluar" mempertahankan karyawan dengan tingkat depresi yang tinggi. Mungkin aku bukan orang yang selalu berpandangan positif, tapi aku tak selalu berpandangan negatif. Karena pada kenyataannya kondisiku sekarang lebih beruntung dari pada para pengemis yang hanya bisa duduk di pinggir jalan sembari menengadahkan tangan...
Ada juga ternyata instansi yang seperti ini. Dengan kebiasan segala sesuatu di timpakan pada satu orang saja. Awalnya menikmati kondisi yang sibuk banget ini. Tapi seiring dengan banyaknya komplain dari teman sekitar dan keluarga akan minimnya waktuku untuk mereka, aku baru menyadari kalo kerjaanku udah mulai overload sekarang. Bukan sekarang sih.. tapi dari awal emang udah di set demikian.
Jujur aja aku bersyukur dengan penghasilan yang kuterima sekarang. Karena setidaknya cita-cita ku untuk kuliah dengan uang sendiri berhasil kucapai pada akhirnya.Dan sekarang masih dalam proses menggapai pengakuan sebagai seorang sarjana.
Suasana kantor yang mulai berawan mendung dan kegundahan melanda hampir disetiap sudut dari masing-masing divisi yang ada. Instansi yang bergerak di bidang telekomunikasi sekarang memang memiliki banyak pesaing dari hari ke hari. Dan saling berpacu dalam meningkatkan kualitas dengan kondisi yang tidak memungkinkan. Lebih cenderung menurunkan tarif daripada meningkatkan kualitas. Dan parahnya diikuti para pelanggan yang cenderung memilih murah daripada mutu. Hal ini yang membuat aku salah satunya berkutat dengan segala hal yang tidak sesuai dengan promosi, komplain A dan komplain B hanya di tanggapi dengan saling lempar divisi. Support yang tidak terlalu ada membuat ku makin tercengang dan tertohok akan kondisi di sini
Hal paling parah dalam kondisi kantorku adalah adanya kesenjangan sosial yang tinggi.Pergaulan yang memaksa diri terpatri pada kata "kaum outsource babu para karyawan tetap" membuat ku makin tidak krasan berada di sini. Kadang aku berpikir apalah arti dari sebuah jobdesc jika setiap karyawan outsource hanya akan menjadi "sticky note" para karyawan tetap. Sticky note adalah jenis tipe seseorang yang akan segera datang saat dibutuhkan tapi akan dengan mudah ditendang saat kau tak lagi memerlukan. Ditambah kondisi yang tidak adanya pengakuan dari kaum atas tentang pekerjaan yang telah dilakukan. Jika seorang karyawan tetap melakukan kesalahan terasa dengan mudahnya ditemukan solusi.... tapi kala kaum outsource sepertiku melakukan kesalahan, ancaman di pecat datang.
Bagaimana mungkin seorang manager melontarkan kata-kata "kenapa bisa salah? saya tahu load kerja kalian banyak tapi diminimize lah kesalahan itu". Rasanya aku ingin tertawa terbahak-bahak. Apa tidak ada perkataan lain yang mampu memberikan motivasi daripada sekedar perkataan yang menimbulkan depresi. Bukankah saat load kerja makin tinggi dan dikejar target, muncul human error merupakan resiko. Ditambah seorang supervisor menyatakan "sepertinya harus refresh orang nih, ganti sdm yang baru" di kala bertemu kondisi yang tidak mencapai target. Tekanan demi tekanan hadir dalam dunia kerjaku. Wajah makin kusut dengan makin banyak tekanan dan makin berkurangnya nominal.
Aku kadang nggak habis pikir, apa emang kalo udah menempati posisi di atas. Susah banget memandang ke bawah, Memandang kondisi karyawan yang tak begitu penting bagi mereka. Dengan aji-aji "kalo u ga suka, u boleh keluar" mempertahankan karyawan dengan tingkat depresi yang tinggi. Mungkin aku bukan orang yang selalu berpandangan positif, tapi aku tak selalu berpandangan negatif. Karena pada kenyataannya kondisiku sekarang lebih beruntung dari pada para pengemis yang hanya bisa duduk di pinggir jalan sembari menengadahkan tangan...
Wednesday, March 18, 2009
About The Company

Kenapa aku menggunakan kata "The" dalam judul di atas dan bukan "My"??
Mungkin karena memang aku merasa tidak memiliki. Awal nya kekecewaan muncul saat aku tahu bahwa ada pemotongan 60% dari gaji yang kuterima. Just info aja,, aku bekerja sebagai kaum outsource di perusahaan yang menaungiku. It's okay kali ya.. emang aku liat banyak perusahan perantara memotong agak lebih untuk gaji.
Penyesalan kedua ku muncul saat gaji yang awalnya naik karena jatah lembur di naikkan. Jus info lagi ada pembatasan maksimal untuk jam lembur. Awalnya maksimal 40 jam dan kemudian dinaikkan menjadi 50 jam. Itu cukup membantu lah.. karena kalo di itung itung bersih.. total lemburku bisa mencapai 90 jam. Bukan karena aku doyan lembur, tapi karena jobdesc yang dibebankan padaku tak cukup untuk diselesaikan dalam waktu 8 jam kerja. Bahkan istirahat 1 jam terasa kurang untuk mengembalikan kebugaranku. Namun kebahagian atas naiknya jatah lembur itu hanya seperti kenikmatan sesaat karena kemudian dikembalikan ke angka 40 jam maksimal. SYOOOKKKK banget...... Penghinaan banget untuk loyalitasku selama ini. Ada sisi yang agak menenangkan karena di akhir tahun, uang kesehatan yang awalnya nggak bisa di cairin, sekarang bisa. Dan untuk cuti yang nggak di ambil bisa jadi duit juga. Dan pada akhirnya di awal tahun ini aku mendapatkan dari apa yang mereka janjikan walau mundur 2 bulan. Palsuuu
Puncak dari kekecawaanku adalah saat ini. Bagaimana tidak.. Fasilitas kantor yang awalnya begitu memadai dan menyenangkan. Sekarang jadi hhhhhh... sama sekali tidak menyenangkan. Yang kumaksud disini adalah PC / komputer. Baru dapet ganti 3 hari ini. Entah kenapa tidak ada pembelaan sama sekali dari pihak Perusahaan A maupun perusahaan B, setidaknya bagaimana bisa mereka mengusulkan untuk menurunkan kualitas seperti yang sekarang. Satu yang paling menonjol, bentuk monitor. Awalnya flat sekarang jadi berbentuk seperti TV 14 inch yang masih menggunakan tabung dengan benjolan dibelakangnya. Dari luar tampak semua baru. Tapi kalo ditelusuri ke bawah ke arah cpu dan kita buka dalamnya, aku nggak yakin ini baru. Diawali dengan adanya kasus power supply meledak sampai menjalar ke motherboard. Dan kemudian diikuti dengan windows yang mampus ditengan jalan dan perlu dilakukan install ulang yang memakan waktu 3 hari. dan parahnya pihak outsource yang kehilangan komputer untuk install ulang tersebut, tidak mendapatkan ganti sementara untuk mendukung pekerjaannya. Tiap kaum outsource merasa keberatan atas kemunduran ini, tapi selalu diakhiri dengan "yah mau gimana lagi.. ya udahlah.. terima aja". Seperti yang kulakukan tadi sore.
Seperti orang jawa bilang "ngenes...", itulah yang aku dan kawan kawaan ku rasakan.
Semoga aja pak GM tidak hanya obral janji dan menindas kaum seperti kami. Mungkin ijasahku kurang tinggi, tapi kalo ekspresiku dikurung dalam fasilitas yang minim apalagi dengan grafik menurun, sepertinya wajar kalo aku mengatakann "T I D A K A D I L"
Friday, March 13, 2009
Kebodohan Lelaki

Terkenang ama kejadian lucu setahun yang lalu. Saat aku masih magang di salah satu perusahaan di ibukota jatim bareng ama rekan rekan satu almamater di masa SMK.
Awalnya aku iseng-iseng ikut daftar salah satu situs pertemanan HI5. Dari desakan adek kelas yang cerewet minta ampun (padahal cowok loo), akhirnya aku daftar. Karena nggak begitu niat, kupajang lah foto untuk profile secara asal-asal an. nah berhubung di komputer yang kupakai default ke muy document dan kutemukan sebuah file .JPG yang tanpa kubuka langsung aku link ke foto profile HI5 ku.... dan ternyata kalo poto seorang artis yang nggak tau asal usul nya. tapi aku pernah liat di tipi kelir. Dan bukan indonesia, tapi masih wajah asia malah cenderung jawa. Setelah itu inputin email yang kebetulan belum kubuka dari pagi. Setelah tersubmit dan terdaftar kutinggalkan begitu saja dan melanjutkan kerjaan ku sebagai anak magang kala itu.
Sore ampir pulang sekitar jam setengah 4 an setelah solat asar, aku kembali duduk di mejaku dan mulai membuka email.. GIiiLLLAA... dari email yang biasanya rame karena milist mendadak rame karena alert dari HI5. Fiyuhhh..... awalnya kubuka satu persatu tapi kok ya isinya lelaki lelaki yang ngajak kenalan. Ada yang dari turki, ada yang dari palestina, ada yang dari jakarta, dll. Yang dari turki agak sopan, pake "assalamualaiku.. bla bla bla". Itu tok yang berkesan dan ku reply. Berhubung ya satu itu yang pertama ku baca jadi langsung kureply. Yang lainnya langsung select all - DELETE.
Ada kisah lain... yang ini lebih nggak nguatin... Ngakak abis. Ceritanya ya gitu.. berawal dari temenku yang share artikel via email. Dia send all ke temen temen nya termasuk aku. Nah.. aku iseng aja tak reply to all. Lha kemudian salah satu dari temen nya temenku ini ada lelaki yang berasal dari kota yang sama denganku. Mulailah dia mengirim email ke aku secara JAPRI (jalur pribadi). Kita bahas A I U E O, trus dia minta ID YM ku... kukasih lah dia ID YM ku.... Dan kita mulai ngobrol nyambung, lalu kemudian suatu hari dia nanya aku punya account di Multiply nggak? yang aku jawab aja punya. Nah yang multiply ini aku daftar berhubung kala itu bisa download MP3 gratis dan ngasal juga tu pasang poto profilnya. Tapi nggak se asal poto di HI5, ni aku pasang poto Han Chae Young artis korea idolaku dengan pose yang kejawen banget. Lucunya setelah dia nanya itu, dia jadi sering banget nelp aku. Pagi, siang, sore ampe malem... Fiyuh... ga eman pulsa ta??
nah.. Ujung-ujung nya, si dia tu dengan pedenya bilang "aku lo tau kamu", tak tanyain "tau dari mana, wong ketemu aja nggak pernah" "dari foto yang di multiply kamu" "oh..." kupikir emang tau aku, lha emang di multiply itu aku pernah upload poto ku ama temen kantor ku berempat dan gue cewek sendiri. Eh.. baru ngeh beberapa hari kemudian dia ngeyel kalo aku tu cewek berambut panjang yang duduk di kursi taman (posisi duduk si Han Chae Young)... walah... sempet bingung aku yang mana, persaan aku berjilbab kok dia tau poto aku yang berambut panjang?? lha wong pas waktu itu aku plontos.... langsung aja kujawab dengan lugunya "Oh... itu potonya artis korea... bukan poto ku" Dan eng ing eng.... dia nggak pernah nelp aku lagi
Usut punya usut... baru sekarang aku nyadar. Tu mereka rame ngajak kenalan karena foto yang kupampang di profile ku. Ternyata dunia maya memang kejam.... Huakakakka
Tuesday, March 10, 2009
happy B' day

sahabat......
Selamat Ulang Tahun
Dua puluh dua tahun telah kaulewati
Mungkin cukup sarat dengan ribuan kisah terpatri
Namun semoga lebih berarti lagi
Jalan panjang yang ‘kan kautapaki
Masih terhampar sejuta impian masa depan
Niscaya ingin semua kauwujudkan
Maka semoga banyak yang kesampaian
Segenap anganmu menjadi kenyataan
Selamat ulang tahun, sahabat...
Semoga selalu dalam rahmat kasih sayang-Nya
Sampai kapan jua
Di manapun kau berada
Amin…
Subscribe to:
Posts (Atom)